Metodologi Perhitungan

Transparansi itu penting. Berikut cara kami menghitung setiap jenis tanggal yang ditampilkan di Kalender Lengkap.

Cara Menghitung Weton & Neptu

Weton adalah kombinasi hari (siklus 7 hari: Minggu–Sabtu) dan pasaran (siklus 5 hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Karena kedua siklus berjalan bersamaan, satu kombinasi weton berulang setiap 35 hari.

Pasaran dihitung dari jumlah hari sejak tanggal acuan yang pasarannya sudah diketahui, lalu diambil sisa pembagian dengan 5. Kami menggunakan penghitungan hari berbasis tengah hari (noon) UTC agar akurat untuk semua tanggal, termasuk sebelum tahun 1970.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Nilai hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9. Nilai pasaran: Kliwon 8, Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4.

Cara Menghitung Wuku

Wuku adalah siklus 30 pekan dalam pawukon Jawa; setiap wuku berlangsung tujuh hari dan berganti setiap hari Minggu. Wuku dihitung dari jumlah pekan sejak tanggal acuan yang wukunya diketahui.

Cara Konversi Tanggal Hijriah

Tanggal Hijriah dikonversi secara astronomis (hisab) dari tanggal Masehi. Metode ini menghasilkan tanggal yang konsisten, namun penetapan awal bulan untuk ibadah dapat berbeda satu hari karena bergantung pada rukyat. Lihat halaman Referensi untuk penjelasan perbedaan metode.

Cara Kami Memperbarui Hari Libur

Data hari libur nasional dan cuti bersama diperbarui setelah SKB 3 Menteri resmi diterbitkan pemerintah. Sebelum SKB tahun berikutnya keluar, kami menampilkan data tahun berjalan.

Pembaruan Harian

Halaman “hari ini” — seperti weton hari ini dan dasbor beranda — dihitung ulang secara otomatis setiap hari berdasarkan zona waktu WIB (Asia/Jakarta).

Verifikasi & Koreksi

Kami memverifikasi perhitungan terhadap tanggal acuan yang telah diketahui. Jika Anda menemukan ketidaksesuaian, silakan hubungi kami — masukan Anda membantu menjaga akurasi.