Sumber & Referensi Data
Halaman ini menjawab satu pertanyaan: dari mana data di KalenderLengkap.id berasal? Berikut sumber dan acuan yang kami gunakan untuk setiap jenis informasi.
Kami berusaha menggunakan sumber resmi dan referensi yang dapat diverifikasi. Setiap perubahan pada data resmi akan kami perbarui secepat mungkin.
Sumber Resmi Pemerintah
Data yang bersifat resmi kami ambil dari lembaga penerbitnya langsung:
Hari Libur Nasional & Cuti Bersama
Tanggal hari libur nasional dan cuti bersama mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Republik Indonesia — Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi — yang diterbitkan setiap tahun. Kami memperbarui data ini setelah SKB resmi diumumkan. Untuk tahun yang SKB-nya belum terbit, tanggal libur keagamaan yang belum ditetapkan pemerintah tidak kami sajikan sebagai kepastian.
Kalender Hijriah
Tanggal Hijriah pada situs ini dihitung secara astronomis (hisab).
- Data yang kami gunakan — perhitungan hisab untuk menampilkan tanggal Hijriah harian sebagai referensi.
- Bila penetapan resmi berbeda — penetapan awal bulan untuk ibadah (misalnya awal Ramadan, Idulfitri, Iduladha) mengikuti keputusan resmi Kementerian Agama RI melalui sidang isbat, yang dapat berbeda satu hari dari hasil hisab.
- Mengapa bisa berbeda — kalender yang dihitung (hisab) dapat berbeda dari kalender yang diamati (rukyat). Kemenag menggunakan rukyat, sedangkan sebagian organisasi seperti Muhammadiyah menggunakan hisab wujudul hilal.
Karena itu, tanggal Hijriah di situs ini bersifat referensi dan untuk penentuan hari raya sebaiknya mengikuti penetapan resmi pemerintah.
Weton, Neptu & Wuku
Perhitungan penanggalan Jawa kami pisahkan menjadi tiga aspek agar jelas:
- Data — mengikuti kaidah penanggalan Jawa yang diwariskan turun-temurun: siklus hari, pasaran (pancawara), wuku (pawukon), dan windu.
- Validasi — hasil perhitungan kami cocokkan dengan tanggal acuan yang diketahui. Sebagai contoh, 17 Agustus 1945 jatuh pada weton Jumat Legi, dan mesin kami menghasilkan weton yang sama.
- Keterbatasan — sebagian nilai penanggalan Jawa untuk tanggal yang sangat jauh di masa lampau bergantung pada titik acuan (kurup) yang dipakai, sehingga dapat berbeda satu hari di sebagian daerah. Hal ini kami jelaskan pada halaman terkait.
Bagaimana Kami Memperbarui Data
Data pada situs tidak statis. Kami meninjaunya dengan alur berikut:
- Perubahan hari libur — ketika pemerintah mengubah atau menambah tanggal libur, kami menyesuaikan data setelah pengumuman resmi.
- Terbitnya SKB baru — data tahun berikutnya dilengkapi setelah SKB 3 Menteri untuk tahun tersebut diterbitkan.
- Penetapan Hijriah — tanggal hari besar Islam disesuaikan mengikuti penetapan resmi bila berbeda dari hasil hisab.
- Laporan pengguna — setiap laporan kesalahan kami tinjau dengan merujuk pada sumber resmi.
- Tinjauan berkala — konten diperiksa secara berkala oleh tim editorial.
Cara Melaporkan Kesalahan
Jika Anda menemukan data yang keliru, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak dengan menyertakan sumber resmi sebagai rujukan. Laporan yang disertai sumber membantu kami memverifikasi dan memperbaiki data lebih cepat.
Metodologi
Halaman ini menjawab dari mana data berasal. Untuk memahami bagaimana setiap tanggal dihitung, dikonversi, dan divalidasi langkah demi langkah, baca halaman Metodologi.
Catatan Penting
Interpretasi weton, neptu, dan primbon merupakan bagian dari warisan budaya Jawa. Informasi tersebut disajikan untuk tujuan edukasi dan pelestarian budaya, bukan sebagai ramalan pasti mengenai nasib atau sifat seseorang. Lihat Disclaimer untuk penjelasan lengkap.