Panduan Lengkap

Kalender Jawa Lengkap: Panduan Weton, Pasaran, Wuku & Penanggalan Jawa

Versi 1.0 · Diperbarui 8 September 2026

Kalender Jawa adalah sistem penanggalan tradisional yang menggabungkan unsur kalender Hijriah dengan siklus pasaran lima hari khas Jawa, dan masih digunakan hingga saat ini dalam berbagai tradisi keluarga dan budaya.

Pon
Pasaran hari ini
Selasa Pon
Weton hari ini · neptu 10
Manahil
Wuku ke-23 dari 30
25 Rabi'ul Awal
Hijriah 1448 H
25 Mulud
Jawa Be 1960

Apa itu Kalender Jawa

Kalender Jawa masih dipakai secara luas di Indonesia, bukan sebagai pengganti kalender Masehi melainkan sebagai pelengkap. Banyak keluarga memakainya untuk menandai weton kelahiran, menentukan tanggal upacara adat, serta memperingati hari-hari penting dalam keluarga.

Berbeda dengan kalender Masehi yang mengikuti peredaran matahari, kalender Jawa mengikuti peredaran bulan. Ciri khasnya adalah dua siklus yang berjalan bersamaan: pekan tujuh hari yang kita kenal sehari-hari (saptawara), dan siklus pasaran lima hari yang hanya ada dalam penanggalan Jawa (pancawara). Untuk memahami kaitannya dengan penanggalan Islam, lihat Kalender Hijriah Indonesia.

Kalender Jawa tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia dan masih digunakan oleh banyak masyarakat hingga saat ini.

Mengapa kalender Jawa masih digunakan

Empat alasan paling umum orang membuka penanggalan Jawa hari ini.

Menentukan Weton
Weton kelahiran dipakai keluarga untuk menandai hari lahir dan peringatan tahunan.
Tradisi Budaya
Sejumlah tradisi Jawa masih memakai penanggalan ini sebagai rujukan waktu.
Acara Adat
Upacara kelahiran, pemberian nama, dan peringatan tahunan kerap merujuk tanggal Jawa.
Referensi Penanggalan
Dipakai berdampingan dengan kalender Masehi dan Hijriah dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah singkat

Perkembangan penanggalan Jawa dari sistem Saka menuju bentuk yang dikenal sekarang.

Sebelum 1633
Kalender Saka
Masyarakat Jawa memakai penanggalan Saka yang berasal dari India dan berbasis peredaran matahari.
8 Juli 1633
Reformasi Sultan Agung
Dimulai pada Jumat Legi, 1 Sura 1555 Jawa, bertepatan 1 Muharam 1043 H.
1555 Jawa
Angka tahun diteruskan
Dasar perhitungan berganti ke lunar, namun angka tahun Saka tetap dilanjutkan, bukan memakai 1043 H.
Kini
Penggunaan modern
Dipakai berdampingan dengan kalender Masehi dan Hijriah dalam kehidupan sehari-hari.

Sultan Agung Hanyakrakusuma, raja ketiga Kesultanan Mataram Islam yang memerintah pada 1613–1645, mengeluarkan dekret yang mengganti dasar perhitungan kalender dari peredaran matahari menjadi peredaran bulan. Angka tahun Saka tetap diteruskan demi kesinambungan, sehingga tahun 1555 Saka berlanjut menjadi tahun 1555 Jawa. Dekret ini berlaku di seluruh Jawa dan Madura, kecuali Banten, Batavia, dan Blambangan.

Diverifikasi: mesin kalender situs ini menghitung tanggal 8 Juli 1633 sebagai Jumat Legi, sesuai catatan sejarah Keraton Yogyakarta — menegaskan siklus pasaran berjalan konsisten selama hampir empat abad.

Bagaimana kalender Jawa bekerja

Enam lapisan yang menyusun satu tanggal Jawa, dari hari Masehi hingga tahun Jawa.

1Hari MasehiSiklus 7 hari2PasaranSiklus 5 hari3WetonHari + Pasaran4NeptuNilai hari + pasaran5Wuku30 × 7 = 210 hari6Bulan & Tahun JawaSiklus windu

Lima pasaran Jawa

Siklus lima hari yang berjalan berdampingan dengan pekan tujuh hari.

Pasaran adalah siklus pasar lima hari khas Jawa — Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon — yang dipadukan dengan hari Masehi untuk membentuk weton. Berikut nilai neptu masing-masing; pembahasan lengkap ada di halaman Pasaran Jawa.

PasaranNeptuUrutan
Legi 5 1 dari 5
Pahing 9 2 dari 5
Pon hari ini 7 3 dari 5
Wage 4 4 dari 5
Kliwon 8 5 dari 5

Sering keliru: pasaran bukan nama hari. Senin dan Selasa adalah hari dalam pekan tujuh hari; Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon adalah pasaran dalam siklus lima hari. Keduanya berjalan bersamaan, bukan menggantikan satu sama lain.

Apa itu weton

Gabungan hari Masehi dan pasaran Jawa.

Hari
Selasa
+
Pasaran
Pon
=
Weton
Selasa Pon

Karena tujuh hari dikombinasikan dengan lima pasaran, terdapat 35 weton yang mungkin, dan satu weton berulang setiap 35 hari. Weton banyak dicari untuk keperluan tradisi keluarga seperti penentuan hari upacara adat, peringatan kelahiran, dan peringatan tahunan. Daftar lengkapnya tersedia di 35 Weton Jawa Lengkap, dan langkah perhitungannya dijelaskan pada Cara Menentukan Weton.

HariPasaranWetonNeptu
SeninLegi Senin Legi 9
SelasaPon Selasa Pon 10
RabuWage Rabu Wage 11
KamisKliwon Kamis Kliwon 16
JumatPahing Jumat Pahing 15
SabtuLegi Sabtu Legi 14
MingguWage Minggu Wage 9
Ingin tahu weton Anda?
Masukkan tanggal lahir dan dapatkan weton, pasaran, neptu, serta wuku secara otomatis.
Cek Weton Berdasarkan Tanggal Lahir

Apa itu neptu

Nilai angka yang melekat pada setiap hari dan pasaran, lalu dijumlahkan.

Neptu adalah nilai numerik yang diberikan pada setiap hari dan setiap pasaran. Nilai hari dan nilai pasaran dijumlahkan untuk memperoleh neptu sebuah weton. Neptu merupakan satu komponen dalam penanggalan Jawa, bukan keseluruhan sistemnya.

Neptu hari

HariNeptu
Minggu5
Senin4
Selasa3
Rabu7
Kamis8
Jumat6
Sabtu9

Neptu pasaran

PasaranNeptu
Legi5
Pahing9
Pon7
Wage4
Kliwon8

Contoh perhitungan

Hari · Selasa
3
+
Pasaran · Pon
7
=
Neptu Selasa Pon
10
Hari · Selasa
3
+
Pasaran · Wage
4
=
Neptu Selasa Wage
7

Wuku

Siklus tiga puluh pekan yang hanya ada dalam penanggalan Jawa.

1234567891011121314151617181920212223Manahil24252627282930210hari per siklus30 wuku × 7 hari

Siklus 210 hari

Wuku adalah siklus tiga puluh pekan. Setiap wuku berlangsung tujuh hari, sehingga satu putaran penuh memakan waktu 210 hari sebelum kembali ke wuku pertama, Sinta.

Hari ini berada pada wuku Manahil, urutan ke-23 dari 30.

1. Sinta 2. Landep 3. Wukir 4. Kurantil 5. Tolu 6. Gumbreg 7. Warigalit 8. Warigagung … 22 lainnya

Kalender Jawa dan kalender Hijriah

Persamaan dan perbedaan tiga sistem penanggalan yang dipakai di Indonesia.

AspekKalender JawaKalender HijriahKalender Masehi
Dasar sistemLunar (bulan)Lunar (bulan)Solar (matahari)
Jumlah bulan121212
Panjang tahun354–355 hari354–355 hari365–366 hari
Awal tahun1 Sura1 Muharam1 Januari
Siklus khasPasaran 5 hari, wuku 210 hariPekan 7 hariPekan 7 hari
Siklus kabisat3 tahun per windu (8 tahun)11 tahun per 30 tahun1 tahun per 4 tahun
Penggunaan utamaTradisi & budaya JawaIbadah & hari besar IslamAdministrasi & sipil

Karena keduanya berbasis peredaran bulan, tanggal Jawa dan tanggal Hijriah bergerak beriringan. Perbedaan pola tahun kabisat membuat keduanya dapat bergeser dalam jangka panjang. Untuk konversi tanggal, lihat Kalender Hijriah Indonesia.

Kalender Jawa hari ini

Selasa, 8 September 2026
Diperbarui otomatis setiap hari
PonPasaran
Selasa PonWeton
10Neptu (3 + 7)
ManahilWuku ke-23
25 MuludTanggal Jawa
Be 1960Tahun Jawa · windu 51
25 Rabi'ul AwalHijriah 1448 H
WagePasaran besok

Tanggal Jawa dihitung dengan siklus windu delapan tahun (kurup Asapon), berpatokan pada penetapan resmi 1 Sura 1959 = 27 Juni 2025. Akurat untuk tanggal masa kini; sebagian daerah yang memakai kurup Aboge dapat berbeda satu hari.

Alat terkait

Lima kalkulator yang memakai perhitungan yang sama dengan halaman ini.

Unduhan

Tabel Weton & Neptu (PDF)
Tabel ringkas nilai neptu hari dan pasaran untuk referensi cepat, lengkap dengan 35 kombinasi weton.
2 halaman · 100 KB · diperbarui 6 September 2026
Unduh PDF
Mencari kalender dan berkas lainnya?
Kunjungi Pusat Unduhan Kalender untuk PDF kalender tahunan, kalender bulanan, berkas Google Calendar, dan gambar resolusi tinggi.
Buka Pusat Unduhan Kalender

Tahukah Anda

35 kombinasi weton
Tujuh hari Masehi dikalikan lima pasaran menghasilkan 35 weton berbeda.
Siklus wuku 210 hari
Tiga puluh wuku, masing-masing tujuh hari, berulang setiap 210 hari.
Neptu tertinggi 18
Sabtu (9) bertemu Pahing (9) menghasilkan neptu tertinggi yang mungkin.
Neptu terendah 7
Selasa (3) bertemu Wage (4) menghasilkan neptu terendah.

Artikel terkait

Pertanyaan yang sering diajukan

25 pertanyaan seputar kalender Jawa, weton, pasaran, neptu, dan wuku.

Apa itu Kalender Jawa?

Kalender Jawa adalah sistem penanggalan tradisional yang menggabungkan penanggalan Hijriah dengan siklus pasaran lima hari khas Jawa. Sistem ini memakai dua siklus yang berjalan bersamaan: pekan tujuh hari (saptawara) dan pasaran lima hari (pancawara).

Bagaimana cara membaca Kalender Jawa?

Setiap tanggal memiliki dua penanda: hari dalam pekan tujuh hari, dan pasaran dalam siklus lima hari. Gabungan keduanya disebut weton. Misalnya hari Jumat yang bertepatan dengan pasaran Pahing dibaca sebagai Jumat Pahing.

Apa itu Weton?

Weton adalah gabungan hari Masehi dan pasaran Jawa. Karena tujuh hari dikombinasikan dengan lima pasaran, terdapat 35 weton yang mungkin, dan satu weton berulang setiap 35 hari.

Apa itu Pasaran?

Pasaran adalah siklus lima hari dalam penanggalan Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Siklus ini berjalan berdampingan dengan pekan tujuh hari, bukan menggantikannya.

Apa itu Neptu?

Neptu adalah nilai angka yang melekat pada setiap hari dan setiap pasaran. Nilai hari dan nilai pasaran dijumlahkan untuk memperoleh neptu sebuah weton. Neptu adalah satu komponen dalam penanggalan Jawa, bukan keseluruhan sistemnya.

Apa itu Wuku?

Wuku adalah siklus tiga puluh pekan dalam penanggalan Jawa. Setiap wuku berlangsung tujuh hari, sehingga satu putaran penuh memakan waktu 210 hari sebelum kembali ke wuku pertama, Sinta.

Berapa jumlah Wuku?

Terdapat 30 wuku. Dikalikan tujuh hari per wuku, satu siklus penuh berlangsung 210 hari.

Berapa jumlah Pasaran?

Terdapat lima pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Siklus ini berulang setiap lima hari tanpa terputus.

Apakah Kalender Jawa masih digunakan?

Ya. Kalender Jawa masih dipakai secara luas sebagai pelengkap kalender Masehi, terutama untuk menandai weton kelahiran, upacara adat, peringatan tahunan, dan sebagian tradisi pertanian.

Apa hubungan Kalender Jawa dan Kalender Hijriah?

Sejak reformasi Sultan Agung pada 1633, kalender Jawa memakai dasar perhitungan bulan (lunar) yang mengikuti sistem Hijriah, sementara angka tahunnya meneruskan penanggalan Saka. Karena itu keduanya bergerak beriringan meski angka tahunnya berbeda.

Siapa Sultan Agung?

Sultan Agung Hanyakrakusuma adalah raja ketiga Kesultanan Mataram Islam yang memerintah pada 1613–1645. Ia menetapkan sistem penanggalan Jawa yang dikenal sekarang, sehingga kalender ini juga disebut Kalender Sultan Agungan.

Apa itu bulan Sura?

Sura adalah bulan pertama dalam penanggalan Jawa, sejajar dengan Muharam dalam kalender Hijriah. Namanya diambil dari Asyura, yang merujuk pada tanggal 10 Muharam.

Bagaimana cara menghitung Weton?

Tentukan hari Masehi dari tanggal yang dimaksud, lalu tentukan pasarannya berdasarkan siklus lima hari. Gabungan keduanya adalah weton. Cara tercepat adalah memakai kalkulator Cek Weton di situs ini.

Bagaimana mengetahui pasaran hari ini?

Pasaran hari ini ditampilkan pada bagian Kalender Jawa Hari Ini di halaman ini, dan diperbarui otomatis setiap hari.

Apakah Weton seseorang berubah?

Tidak. Weton kelahiran ditentukan oleh tanggal lahir dan bersifat tetap. Yang berulang adalah weton harian, yang kembali ke kombinasi sama setiap 35 hari.

Apa fungsi Neptu?

Neptu memberi nilai angka pada hari dan pasaran sehingga sebuah weton dapat dinyatakan sebagai satu bilangan. Nilai ini dipakai dalam berbagai perhitungan tradisi Jawa.

Apakah Kalender Jawa sama dengan Kalender Saka?

Tidak sama. Sebelum 1633 masyarakat Jawa memakai kalender Saka yang berbasis peredaran matahari. Sultan Agung mengganti dasar perhitungannya menjadi berbasis bulan, namun tetap meneruskan angka tahun Saka yang saat itu menunjuk tahun 1555.

Mengapa Kalender Jawa penting?

Kalender Jawa merekam cara masyarakat Jawa menyusun waktu dan menandai peristiwa penting. Sistem ini masih menjadi rujukan dalam banyak tradisi keluarga dan menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.

Apakah semua daerah Jawa memakai sistem yang sama?

Dasar sistemnya sama, tetapi terdapat perbedaan penerapan antar daerah dan tradisi. Beberapa kelompok memakai kurup Aboge, sebagian lain memakai Asapon, yang dapat menghasilkan selisih satu hari. Halaman ini menjelaskan sistem umumnya dan tidak memihak satu tradisi.

Bagaimana cara melihat Kalender Jawa online?

Bagian Kalender Jawa Hari Ini di halaman ini menampilkan pasaran, weton, neptu, dan wuku secara otomatis. Untuk tanggal lain, gunakan kalkulator Cek Weton.

Apakah tersedia Kalender Jawa dalam bentuk PDF?

Tersedia tabel weton dan neptu dalam format PDF pada bagian Unduhan di halaman ini. Untuk kalender tahunan dan bulanan, kunjungi Pusat Unduhan Kalender.

Apakah Kalender Jawa tersedia untuk tahun 2027?

Ya. Perhitungan pasaran, weton, dan wuku tidak bergantung pada penetapan pemerintah, sehingga seluruh tanggal 2027 sudah dapat dilihat pada halaman Kalender 2027 beserta dua belas halaman bulanannya.

Bagaimana hubungan Wuku dan Weton?

Keduanya adalah siklus yang berjalan bersamaan namun terpisah. Weton berulang setiap 35 hari, sedangkan wuku berulang setiap 210 hari. Satu tanggal memiliki weton sekaligus wuku.

Apa perbedaan hari Masehi dan pasaran?

Hari Masehi adalah siklus tujuh hari yang dipakai sehari-hari, dari Minggu sampai Sabtu. Pasaran adalah siklus lima hari khas Jawa. Keduanya berjalan bersamaan, sehingga setiap tanggal memiliki keduanya sekaligus.

Di mana saya bisa mengecek Weton secara online?

Gunakan kalkulator Cek Weton di situs ini. Masukkan tanggal lahir dan hasilnya menampilkan weton, pasaran, neptu, serta wuku.

Sumber & penyusunan

Rujukan dikelompokkan menurut jenisnya.

Perhitungan
  • Pasaran, weton, neptu, dan wuku dihitung oleh mesin kalender Kalender Lengkap
  • Konversi Hijriah mengikuti penetapan resmi pemerintah Indonesia
  • Lihat metodologi perhitungan
Validasi
  • Tanggal 8 Juli 1633 dihitung sebagai Jumat Legi, sesuai catatan sejarah
  • Siklus wuku diuji: 30 wuku, berulang tepat setiap 210 hari
  • Ditinjau berkala oleh tim Kalender Lengkap
Halaman ini menjelaskan sistem penanggalan Jawa. Penafsiran budaya dapat berbeda antar daerah dan keluarga; halaman ini tidak menilai atau memverifikasi kepercayaan tersebut.
Versi 1.0 · Dipublikasikan 24 Juli 2026 · Diperbarui 8 September 2026 · Ditinjau tim Kalender Lengkap