Pasaran Jawa: Pengertian, Siklus 5 Hari, Neptu & Pasaran Hari Ini
Diperbarui 26 Juli 2026
Pasaran adalah siklus lima hari khas penanggalan Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Siklus ini berjalan berdampingan dengan pekan tujuh hari dan menjadi salah satu dasar pembentuk weton.
Apa itu pasaran Jawa
Pasaran adalah siklus pasar tradisional berumur lima hari yang menjadi ciri khas penanggalan Jawa. Kelima pasaran — Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon — berputar terus-menerus dan berjalan bersamaan dengan pekan tujuh hari yang kita kenal sehari-hari.
Dalam tradisi, nama pasaran dikaitkan dengan hari-hari pasar di berbagai daerah Jawa. Hingga kini pasaran tetap dipakai bersama weton dan neptu. Untuk gambaran menyeluruh, lihat panduan Kalender Jawa.
Pasaran adalah salah satu dari dua siklus pembentuk weton. Digabung dengan hari Masehi, pasaran menghasilkan 35 kombinasi weton.
Bagaimana pasaran bekerja
Posisi pasaran dalam keseluruhan sistem penanggalan Jawa.
Pasaran adalah lapisan kedua dalam sistem. Digabung dengan hari Masehi, ia membentuk weton; nilai neptunya kemudian dijumlahkan dengan neptu hari. Pasaran juga berjalan bersama wuku, siklus 30 pekan.
Karena lima pasaran dikombinasikan dengan tujuh hari, satu pasangan hari–pasaran yang sama berulang setiap 35 hari. Pelajari lebih lanjut di Neptu Jawa dan Wuku.
Siklus 5 hari
Kelima pasaran berputar tanpa henti dalam urutan tetap.
Hari ini jatuh pada pasaran Wage. Besok akan menjadi Kliwon, dan seterusnya mengikuti urutan tetap sebelum kembali ke Legi.
Lima pasaran & neptunya
Klik baris untuk membuka halaman pasaran. Nilai neptu dihitung dari mesin kalender.
| Pasaran | Neptu | Kemunculan berikutnya | |
|---|---|---|---|
| Legi | 5 | Selasa, 28 Juli 2026 | |
| Pahing | 9 | Rabu, 29 Juli 2026 | |
| Pon | 7 | Kamis, 30 Juli 2026 | |
| Wage hari ini | 4 | hari ini | |
| Kliwon | 8 | Senin, 27 Juli 2026 |
Pasaran hari ini
Cara menentukan pasaran
Tiga langkah sederhana, atau gunakan kalkulator.
Perbandingan cepat
Ringkasan kelima pasaran dalam satu tabel referensi.
Hubungan pasaran dengan weton
Weton adalah gabungan hari Masehi dan pasaran. Karena itu pasaran adalah salah satu dari dua unsur pembentuk weton. Misalnya hari Minggu yang jatuh pada pasaran Wage menghasilkan weton Minggu Wage dengan neptu 9. Pelajari lebih lanjut di Apa Itu Weton dan Neptu Jawa.
Referensi
Sumber yang dirujuk dalam menyusun halaman ini.
- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Mesin kalender Kalender Lengkap (pasaran, weton, neptu)
Panduan & alat terkait
Pertanyaan yang sering diajukan
Pasaran adalah siklus lima hari dalam penanggalan Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Siklus ini berjalan berdampingan dengan pekan tujuh hari, bukan menggantikannya.
Ada lima pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kelimanya berulang tanpa henti setiap lima hari.
Pasaran hari ini adalah Wage. Nilainya diperbarui otomatis setiap hari pada bagian Pasaran Hari Ini di halaman ini.
Neptu pasaran adalah nilai angka yang melekat pada tiap pasaran: Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8. Nilai ini dijumlahkan dengan neptu hari untuk memperoleh neptu weton.
Tentukan tanggal acuan yang pasarannya diketahui, hitung selisih harinya, lalu bagi lima dan ambil sisanya untuk menentukan pasaran menurut urutan Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Cara termudah adalah memakai kalkulator Cek Weton.
Weton adalah gabungan hari Masehi dan pasaran. Pasaran adalah salah satu dari dua unsur pembentuk weton, sehingga menghasilkan 35 kombinasi weton.
Tidak. Hari (Senin, Selasa, dan seterusnya) adalah bagian dari pekan tujuh hari, sedangkan pasaran adalah siklus lima hari yang terpisah. Keduanya berjalan bersamaan.
Setiap pasaran berulang setiap lima hari. Kombinasi hari dan pasaran yang sama berulang setiap 35 hari.