Ornamen wuku Jawa

Wuku Mandasiya — Watak, Arti & Maknanya

Wuku Mandasiya adalah wuku ke-14 dari 30 wuku dalam siklus pawukon Jawa. Berikut watak, dewa pelindung, dan makna wuku Mandasiya menurut primbon Jawa.

Ringkasan Wuku Mandasiya

Urutan
Ke-14 dari 30
Dewa
Bathara Brahma
Pohon
Asem
Burung
Pelung
📅 Wuku Mandasiya berikutnya berlangsung pada 31 Januari 2027 sampai 6 Februari 2027.

Watak dan Karakter Wuku Mandasiya

Kuat, tahan uji, dan berwatak panas seperti api. Pemberani dan pantang menyerah, tetapi kadang terlalu keras dan sulit mengalah.

Dalam tradisi pawukon, watak wuku memengaruhi orang yang lahir pada pekan wuku tersebut. Namun ini adalah panduan budaya, bukan penentu pasti sifat seseorang.

Dewa Pelindung: Bathara Brahma

Wuku Mandasiya dinaungi oleh Bathara Brahma. Dalam tradisi Jawa, dewa penaung wuku melambangkan sifat dan energi yang menyertai pekan tersebut.

Lambang Wuku Mandasiya

Setiap wuku memiliki lambang berupa pohon dan burung. Wuku Mandasiya berlambang pohon Asem dan burung Pelung, yang masing-masing menggambarkan karakter khas wuku ini.

Hari Baik dan Kurang Baik

Baik: Baik untuk pekerjaan berat, berjuang, dan membela kebenaran.

Kurang baik: Kurang baik untuk hal yang menuntut kelembutan dan kompromi.

Iklan akan ditampilkan di sini setelah AdSense aktif

Apa Itu Wuku?

Wuku adalah siklus pekan dalam kalender Jawa yang berjumlah 30 wuku. Satu siklus penuh (pawukon) berlangsung selama 210 hari, karena setiap wuku berlangsung 7 hari.

Wuku banyak digunakan untuk menentukan hari baik, watak kelahiran, dan keperluan adat. Untuk mengetahui wuku hari ini, kunjungi halaman weton hari ini.

Catatan Penting

Informasi watak dan makna wuku di atas adalah bagian dari tradisi budaya Jawa yang diwariskan turun-temurun. Konten ini disajikan untuk pelestarian budaya dan pembelajaran, bukan sebagai ramalan pasti.

Wuku Lainnya

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Wuku Mandasiya adalah wuku ke-14 dari 30 wuku dalam siklus pawukon Jawa.

Kuat, tahan uji, dan berwatak panas seperti api. Pemberani dan pantang menyerah, tetapi kadang terlalu keras dan sulit mengalah.

Wuku Mandasiya dinaungi oleh Bathara Brahma dalam tradisi pawukon Jawa.

Setiap wuku berlangsung selama 7 hari. Seluruh 30 wuku membentuk siklus pawukon selama 210 hari.