Ornamen wuku Jawa

Wuku Marakeh — Watak, Arti & Maknanya

Wuku Marakeh adalah wuku ke-18 dari 30 wuku dalam siklus pawukon Jawa. Berikut watak, dewa pelindung, dan makna wuku Marakeh menurut primbon Jawa.

Ringkasan Wuku Marakeh

Urutan
Ke-18 dari 30
Dewa
Bathara Suranggana
Pohon
Trengguli
Burung
Mliwis
📅 Wuku Marakeh berikutnya berlangsung pada 2 Agustus 2026 sampai 8 Agustus 2026.

Watak dan Karakter Wuku Marakeh

Teguh pendirian, kuat lahir batin, dan pekerja keras. Tidak mudah menyerah, tetapi kadang terlalu kaku pada prinsip sendiri.

Dalam tradisi pawukon, watak wuku memengaruhi orang yang lahir pada pekan wuku tersebut. Namun ini adalah panduan budaya, bukan penentu pasti sifat seseorang.

Dewa Pelindung: Bathara Suranggana

Wuku Marakeh dinaungi oleh Bathara Suranggana. Dalam tradisi Jawa, dewa penaung wuku melambangkan sifat dan energi yang menyertai pekan tersebut.

Lambang Wuku Marakeh

Setiap wuku memiliki lambang berupa pohon dan burung. Wuku Marakeh berlambang pohon Trengguli dan burung Mliwis, yang masing-masing menggambarkan karakter khas wuku ini.

Hari Baik dan Kurang Baik

Baik: Baik untuk bekerja keras, berjuang, dan membangun fondasi.

Kurang baik: Kurang baik untuk hal yang menuntut fleksibilitas tinggi.

Iklan akan ditampilkan di sini setelah AdSense aktif

Apa Itu Wuku?

Wuku adalah siklus pekan dalam kalender Jawa yang berjumlah 30 wuku. Satu siklus penuh (pawukon) berlangsung selama 210 hari, karena setiap wuku berlangsung 7 hari.

Wuku banyak digunakan untuk menentukan hari baik, watak kelahiran, dan keperluan adat. Untuk mengetahui wuku hari ini, kunjungi halaman weton hari ini.

Catatan Penting

Informasi watak dan makna wuku di atas adalah bagian dari tradisi budaya Jawa yang diwariskan turun-temurun. Konten ini disajikan untuk pelestarian budaya dan pembelajaran, bukan sebagai ramalan pasti.

Wuku Lainnya

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Wuku Marakeh adalah wuku ke-18 dari 30 wuku dalam siklus pawukon Jawa.

Teguh pendirian, kuat lahir batin, dan pekerja keras. Tidak mudah menyerah, tetapi kadang terlalu kaku pada prinsip sendiri.

Wuku Marakeh dinaungi oleh Bathara Suranggana dalam tradisi pawukon Jawa.

Setiap wuku berlangsung selama 7 hari. Seluruh 30 wuku membentuk siklus pawukon selama 210 hari.