Ornamen wuku Jawa

Wuku Warigagung — Watak, Arti & Maknanya

Wuku Warigagung adalah wuku ke-8 dari 30 wuku dalam siklus pawukon Jawa. Berikut watak, dewa pelindung, dan makna wuku Warigagung menurut primbon Jawa.

Ringkasan Wuku Warigagung

Urutan
Ke-8 dari 30
Dewa
Bathara Maharesi
Pohon
Cemara
Burung
Betet
📅 Wuku Warigagung berikutnya berlangsung pada 20 Desember 2026 sampai 26 Desember 2026.

Watak dan Karakter Wuku Warigagung

Tinggi cita-cita, berwibawa, dan suka berpetualang. Pandai bergaul dan luwes, tetapi kadang kurang tetap pendirian.

Dalam tradisi pawukon, watak wuku memengaruhi orang yang lahir pada pekan wuku tersebut. Namun ini adalah panduan budaya, bukan penentu pasti sifat seseorang.

Dewa Pelindung: Bathara Maharesi

Wuku Warigagung dinaungi oleh Bathara Maharesi. Dalam tradisi Jawa, dewa penaung wuku melambangkan sifat dan energi yang menyertai pekan tersebut.

Lambang Wuku Warigagung

Setiap wuku memiliki lambang berupa pohon dan burung. Wuku Warigagung berlambang pohon Cemara dan burung Betet, yang masing-masing menggambarkan karakter khas wuku ini.

Hari Baik dan Kurang Baik

Baik: Baik untuk merantau, mencari ilmu, dan memperluas usaha.

Kurang baik: Kurang baik untuk hal yang menuntut menetap dan rutin.

Iklan akan ditampilkan di sini setelah AdSense aktif

Apa Itu Wuku?

Wuku adalah siklus pekan dalam kalender Jawa yang berjumlah 30 wuku. Satu siklus penuh (pawukon) berlangsung selama 210 hari, karena setiap wuku berlangsung 7 hari.

Wuku banyak digunakan untuk menentukan hari baik, watak kelahiran, dan keperluan adat. Untuk mengetahui wuku hari ini, kunjungi halaman weton hari ini.

Catatan Penting

Informasi watak dan makna wuku di atas adalah bagian dari tradisi budaya Jawa yang diwariskan turun-temurun. Konten ini disajikan untuk pelestarian budaya dan pembelajaran, bukan sebagai ramalan pasti.

Wuku Lainnya

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Wuku Warigagung adalah wuku ke-8 dari 30 wuku dalam siklus pawukon Jawa.

Tinggi cita-cita, berwibawa, dan suka berpetualang. Pandai bergaul dan luwes, tetapi kadang kurang tetap pendirian.

Wuku Warigagung dinaungi oleh Bathara Maharesi dalam tradisi pawukon Jawa.

Setiap wuku berlangsung selama 7 hari. Seluruh 30 wuku membentuk siklus pawukon selama 210 hari.